Beranda Berita Menteri Wihaji mengajak Lansia Ikut Sekolah Lansia...

Menteri Wihaji mengajak Lansia Ikut Sekolah Lansia sebagai Solusi Atasi Kesepian dan Meningkatkan Kualiltas Hidup dalam Peringatan HLUN Ke-30

Super Admin 10 June 2026 63× dilihat Umum
Menteri Wihaji mengajak Lansia Ikut Sekolah Lansia sebagai Solusi Atasi Kesepian dan Meningkatkan Kualiltas Hidup dalam Peringatan HLUN Ke-30

JAKARTA — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang dirangkaikan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh” tersebut diselenggarakan secara hybrid dari Ballroom Gedung Halim 1, Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta Timur.

 

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa lansia tidak semata-mata dipandang sebagai kelompok penerima bantuan sosial, melainkan sebagai bagian penting dari pembangunan bangsa yang tetap memiliki potensi, pengalaman, dan kontribusi bagi keluarga maupun masyarakat. Peringatan HLUN tahun ini juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di tengah perubahan struktur penduduk Indonesia yang semakin menua.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa Indonesia saat ini telah memasuki era ageing population. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup penduduk Indonesia yang kini mencapai 74,47 tahun, sementara jumlah penduduk lanjut usia telah mendekati 12 persen dari total populasi nasional.

 

“Angka Harapan Hidup penduduk Indonesia saat ini telah mencapai 74,47 tahun. Jumlah penduduk lanjut usia telah mencapai hampir 12 persen dari total penduduk. Artinya, Indonesia sudah memasuki era ageing population,” ujar Wihaji dalam sambutannya.

Menurut dia, peningkatan usia harapan hidup merupakan indikator keberhasilan pembangunan. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi, terutama dalam memastikan para lansia dapat menjalani masa tuanya secara sehat, mandiri, produktif, dan bahagia.

 

Dalam arahannya, Wihaji menyoroti persoalan yang banyak dialami lansia, yakni rasa kesepian dan minimnya aktivitas sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik maupun mental.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Wihaji menegaskan pentingnya keberadaan Sekolah Lansia sebagai salah satu inovasi program yang mampu mendorong lansia tetap aktif dan berdaya. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran, interaksi sosial, serta aktivitas yang merangsang kemampuan kognitif dan motorik, para lansia dapat terhindar dari rasa kesepian sekaligus mempertahankan kualitas hidupnya.

 

“Sekolah Lansia menjadi ruang belajar dan ruang pertemanan bagi para lansia. Di sana mereka bisa tetap aktif, berinteraksi, berbagi pengalaman, dan terus mengembangkan diri sehingga masa tua dapat dijalani dengan lebih sehat dan bahagia,” katanya.

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat belajar sepanjang hayat, peringatan HLUN 2026 juga diwarnai dengan Wisuda Sekolah Lansia. Sebanyak 387 lansia mengikuti prosesi wisuda secara luring dan dikukuhkan langsung oleh Menteri Wihaji. Para wisudawan dan wisudawati tersebut berasal dari berbagai kelompok binaan di DKI Jakarta dan Jawa Barat, antara lain Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Sekolah Lansia Urindo, Sekolah Lansia Wijaya Kusuma, serta Sekolah Lansia Ratu Sinuhun Srikandi TP Sriwijaya.

 

Kegiatan ini turut disaksikan secara daring oleh ribuan peserta yang terdiri atas para lansia, Penyuluh Keluarga Berencana, Petugas Lapangan KB, tim pendamping keluarga, perwakilan BKKBN Provinsi dan Pemerintah Daerah di Indonesia.

 

Selain prosesi wisuda, peringatan HLUN ke-30 juga menghadirkan berbagai layanan terpadu bagi lansia. Ratusan peserta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan ketajaman pendengaran dan penglihatan, pemeriksaan kepadatan tulang, konsultasi kesehatan gigi dan mulut, hingga pembagian kacamata baca secara cuma-cuma.

 

Perhatian terhadap kesejahteraan lansia tidak hanya difokuskan pada aspek kesehatan, tetapi juga pada kemandirian ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN menyediakan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi lansia yang menjalankan usaha. Berbagai produk hasil karya dan usaha lansia juga dipamerkan melalui sejumlah stan yang menarik perhatian para pengunjung.

 

Suasana peringatan semakin meriah ketika para lulusan Sekolah Lansia menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari paduan suara, tari tradisional, permainan angklung, hingga hadrah. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa lansia tetap mampu berkarya, berkreasi, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, S.E., M.T., melaporkan bahwa hingga 5 Juni 2026 telah terbentuk 67.694 kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) di seluruh Indonesia. Kelompok-kelompok tersebut didampingi oleh 351.887 kader dan 15.567 penyuluh KB.

Nopian juga mengungkapkan bahwa saat ini telah berdiri 3.233 Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai daerah dengan jumlah peserta aktif mencapai 46.884 lansia. Capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat dan peningkatan kualitas hidup pada usia lanjut.

 

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 menjadi refleksi bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari meningkatnya usia harapan hidup, tetapi juga dari kemampuan negara dan masyarakat dalam memastikan setiap lansia dapat menjalani masa tuanya secara sehat, produktif, mandiri, dan bermartabat. Melalui penguatan program Sekolah Lansia dan Bina Keluarga Lansia, pemerintah berharap para lansia Indonesia dapat terus menjadi sumber inspirasi, pengetahuan, dan ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

Dengan semangat “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, peringatan HLUN 2026 menegaskan bahwa merawat dan memberdayakan lansia hari ini merupakan investasi penting untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkelanjutan di masa mendatang.

Uli

Asisten AI siap membantu Anda

Halo! Saya Uli 👋 Asisten cerdas Ditpenduk.

Saya siap membantu pertanyaan seputar SSK, PTPK, Pramuka PK, ASN PK, Mass PK, dan layanan lainnya. Silakan pilih topik atau ketik langsung!

Ditpenduk — BKKBN Kemendukbangga