Beranda Berita Kemendukbangga/BKKBN Gandeng Kemendiktisaintek Per...

Kemendukbangga/BKKBN Gandeng Kemendiktisaintek Perkuat Hilirisasi Riset Kependudukan melalui Program SINERGI Batch II Tahun 2026

Admin PTPK 05 August 2026 101× dilihat Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan
Kemendukbangga/BKKBN Gandeng Kemendiktisaintek Perkuat Hilirisasi Riset Kependudukan melalui Program SINERGI Batch II Tahun 2026

Jakarta – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi pembangunan nasional. Melalui Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan, Kemendukbangga/BKKBN menyelenggarakan Gema Edukasi Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis (SINERGI) Batch II Tahun 2026 secara daring pada Senin (3/8). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, serta berbagai pemangku kepentingan dalam bidang kependudukan dari seluruh Indonesia, termasuk pengurus Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK).

Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, yang menegaskan bahwa hilirisasi hasil riset merupakan langkah strategis agar penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu diterapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat dan menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

Dalam sambutannya, Dr. Bonivasius menjelaskan bahwa sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 181 Tahun 2024, Kemendukbangga/BKKBN kini memiliki mandat yang lebih luas dalam bidang kependudukan dan pembangunan keluarga. Oleh karena itu, dukungan riset yang berkualitas sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan kependudukan, seperti pemanfaatan bonus demografi, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, perubahan struktur penduduk, hingga dinamika angka kelahiran.

Dr. Bonivasius juga mendorong agar hasil penelitian dapat diimplementasikan secara nyata melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan mengintegrasikan hasil riset ke dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik maupun berbagai program pembangunan di daerah. Selain itu, proposal penelitian diharapkan selaras dengan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Ardhi Indra Hermanu, ST, MT, MM, Analis Kebijakan Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Hilirisasi dan Kemitraan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), memaparkan arah kebijakan hilirisasi riset nasional beserta skema Program SINERGI.

Ia menjelaskan bahwa Program SINERGI dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dengan implementasi di lapangan (valley of death), melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya. Program ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, maupun kebijakan.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa Program SINERGI memiliki dua skema utama, yaitu Inovasi Sosial yang berfokus pada penyusunan model kebijakan, naskah akademik, SOP, maupun teknologi tepat guna, serta Inovasi Komersial yang diarahkan pada pengembangan produk yang memiliki potensi untuk dikomersialisasikan. Berbagai bidang prioritas menjadi fokus pendanaan, antara lain pangan, kesehatan, energi, digitalisasi, kecerdasan artifisial, pengelolaan sampah, serta bidang-bidang strategis lainnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan, I Made Yudhistira Dwipayama, S.Psi., M.Psi., menegaskan bahwa pelaksanaan Program SINERGI Batch II Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Kemendukbangga/BKKBN dengan Konsorsium Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan. Berbeda dengan batch sebelumnya, proposal penelitian pada Batch II diarahkan agar lebih fokus dan wajib mengacu pada Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sehingga hasil riset yang dihasilkan dapat mendukung penyelesaian berbagai isu strategis kependudukan di Indonesia.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Malikussaleh, Universitas Udayana, dan Politeknik Negeri Tanjungpinang. Berbagai pertanyaan yang dibahas meliputi mekanisme pengajuan proposal, persyaratan ketua peneliti dan anggota tim, keterlibatan dosen yang sedang menempuh studi lanjut, hingga aspek penilaian proposal seperti kesiapan teknologi, kemitraan, dan potensi implementasi hasil riset.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN bersama Kemendiktisaintek berharap semakin banyak perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam Program SINERGI Batch II Tahun 2026. Dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan, hasil penelitian diharapkan mampu menjadi inovasi yang aplikatif, mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kependudukan dan keluarga menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Uli

Asisten AI siap membantu Anda

Halo! Saya Uli 👋 Asisten cerdas Ditpenduk.

Saya siap membantu pertanyaan seputar SSK, PTPK, Pramuka PK, ASN PK, Mass PK, dan layanan lainnya. Silakan pilih topik atau ketik langsung!

Ditpenduk — BKKBN Kemendukbangga