Beranda Artikel & Kajian Urgensi Kepedulian dalam Keluarga

Urgensi Kepedulian dalam Keluarga

Admin PESAT 07 July 2026 82× dilihat Masyarakat Peduli Kependudukan
Urgensi Kepedulian dalam Keluarga

Oleh: TEGUH PAMUNGKAS

Penyuluh Keluarga Berencana Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan

Tanpa mengenal lelah, setiap saat orangtua terus mendampingi anak-anaknya. Memastikan buah hatinya selalu dalam kondisi terbaik. Di mana pertumbuhan dan perkembangannya selalu diperhatikan. Peran keluarga memiliki perhatian yang besar sangat menentukan kehidupan anak-anaknya di kemudian hari.

Beberapa aspek yang keberadaannya saling berkaitan antara satu dengan lainnya dalam perhatian keluarga. Perpaduan tersebut terdiri dari: kapasitas sumber daya manusia di keluarga, keadaan ekonomi keluarga dan kesehatan keluarga.

Pertama, peran penting sumber daya manusia. Kepedulian orangtua dan anggota keluarga terhadap anak-anak tentu saja berbeda dengan anak memasuki remaja. Perhatian dan perlakuan yang dibutuhkan anak memiliki pendekatan yang berbeda juga. Ibu dan ayah yang sehari-hari bertemu dengan anak-anak di rumah, sebaiknya memahami kondisinya. Sehingga perjalanan saat anak tumbuh dapat terpantau di manapun dan dalam keadaan apapun. Bisa dikatakan menghadirkan sumber daya manusia anggota keluarga yang memiliki kepedulian terhadap anak.

Kedua, memperhatikan ekonomi keluarga. Setiap keluarga memiliki pertimbangan masing-masing dalam pemenuhan kebutuhan keluarga. Kebutuhan itu bisa berupa barang, jasa ataupun keperluan-keperluan lainnya yang dianggap perlu segera dilakukan pemenuhan. Dengan kata lain, pengelolaan finansial di keluarga lebih ditekankan pada tingkat kepentingan dan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan ataupun kemauan. Alur sirkulasi penggunaan uang jelas peruntukannya, dengan mempertimbangkan skala prioritas kebutuhan keluarga.

Baru-baru ini masyarakat merasakan kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok. Untuk memenuhi kebutuhan di rumah, mau tak mau pada keluarga pun menambah alokasi belanja, meskipun tak mudah. Dari pada membeli barang yang kurang/tidak penting, para ibu lebih memilih belanja ikan serta sayuran demi memenuhi keperluan makan.

Ketiga, mengutamakan untuk kesehatan keluarga. Orangtua atau keluarga yang membiasakan hidup sehat senantiasa menjaga kebutuhan gizi anak-anaknya, apalagi anak tersebut masih di usia balita. Kesehatan pada seluruh personel keluarga diperhatikan. Beserta merawat kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Seluruh anggota keluarga mendapatkan makanan sehat dan bergizi sesuai dengan kebutuhannya. Apabila telah berlaku demikian, maka anak di suatu keluarga tidak ada yang mengalami kekurangan gizi.

 Karena makanan bergizi begitu penting, sangat dibutuhkan oleh anak dalam perkembangan. Dari adanya kekurangan gizi, bisa memiliki dampak yang bukan hanya pada jangka pendek, akan tetapi menyebabkan konsekuensi pada jangka panjang anak. Dalam jangka pendek misalkan anak berpotensi sakit atau gangguan perilaku.

 Anak-anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan di keluarga. Kehidupan manusia mengalami perjalanan dalam berbagai fase. Dari bayi, anak-anak, remaja hingga dewasa. Anak mengalami perubahan yang ditandai oleh dua variabel, secara fisik dan psikis.

Makanan yang bergizi bagi anak, selain diperlukan juga sangat baik dalam pertumbuhannya. Karena usia anak-anak merupakan fase optimal dalam perkembangan otak dan fisiknya. 

Keluarga juga menciptakan rasa aman dalam keluarga. Anak merasakan adanya rasa aman manakala perhatian orangtua dan anggota keluarga lainnya menjalani kehidupan keluarga secara rukun. Anak bukanlah pelampiasan dari masalah orangtua.

Regenerasi keluarga

Anak merupakan regenerasi keluarga. Anak adalah salah satu aset bangsa di masa mendatang. Mereka pantas merasakan terpenuhinya kebutuhan material dan sosial sehingga dapat mengembangkan diri dan hidup layak. Kesejahteraan dilihat dari aspek sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan.

Pada akhirnya, semua manusia sebagai makhluk sosial tak bisa hidup sendirian tanpa kehadiran orang lain. Mereka perlu melakukan interaksi sosial, baik pada skala keluarga maupun hidup di masyarakat. Senantiasa berkomunikasi dengan orangtua, kakak-adik, kakek, nenek dan lainnya dengan baik. Serta ingin berteman, mengenal tetangga dan terlibat di lingkungan sosial.

Uli

Asisten AI siap membantu Anda

Halo! Saya Uli 👋 Asisten cerdas Ditpenduk.

Saya siap membantu pertanyaan seputar SSK, PTPK, Pramuka PK, ASN PK, Mass PK, dan layanan lainnya. Silakan pilih topik atau ketik langsung!

Ditpenduk — BKKBN Kemendukbangga