Beranda Artikel & Kajian Warisan Trauma Untuk Jati

Warisan Trauma Untuk Jati

Super Admin 22 July 2026 106× dilihat Masyarakat Peduli Kependudukan
Warisan Trauma Untuk Jati

oleh : I Made Yudhistira D

 

Di tengah derasnya arus film yang menawarkan sensasi dan hiburan instan, Aku Sebelum Aku hadir sebagai karya yang memilih jalan sunyi: mengajak penonton memasuki ruang paling rapuh dalam sebuah keluarga. Film yang kini ramai diperbincangkan di Netflix ini bukan semata kisah tentang hubungan ayah dan anak laki-laki, melainkan refleksi mendalam mengenai bagaimana luka masa lalu yang tidak pernah dipulihkan dapat menjelma menjadi bahasa sehari-hari dalam keluarga. Film ini mengingatkan bahwa tidak semua ayah gagal mencintai anaknya; sering kali mereka hanya tidak pernah diajari bagaimana cara mencintai tanpa melukai.

 

Dari perspektif Jati, sang anak, penonton diajak merasakan kebingungan yang dialami banyak anak laki-laki di Indonesia. Ia tumbuh dalam rumah yang menyediakan kebutuhan fisik, tetapi miskin kehangatan emosional. Ayah hadir secara biologis, namun sering kali absen secara psikologis. Jati tidak hanya mencari perhatian, melainkan berusaha memahami mengapa sosok yang paling ia kagumi justru menjadi orang yang paling sulit ia dekati. Dalam psikologi perkembangan, situasi ini berkaitan erat dengan Attachment Theory yang dikembangkan John Bowlby. Kualitas hubungan emosional anak dengan orang tua menjadi fondasi rasa aman sepanjang hidupnya. Ketika komunikasi dipenuhi jarak, kemarahan, atau kebisuan, anak membangun ikatan yang tidak aman (insecure attachment), yang kemudian memengaruhi cara ia mempercayai orang lain, mengelola emosi, bahkan memandang dirinya sendiri.

 

Film ini juga memperlihatkan bagaimana trauma dapat diwariskan tanpa pernah diucapkan. Dalam kajian psikologi dikenal sebagai intergenerational trauma, yakni pengalaman traumatis yang berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pola pengasuhan, komunikasi, dan respons emosional. Ayah Jati tampaknya tidak sedang membenci anaknya. Ia sedang berperang dengan masa lalunya sendiri. Luka yang tidak pernah diproses berubah menjadi kemarahan, kontrol yang berlebihan, atau diam yang berkepanjangan. Seperti dikemukakan oleh psikolog Daniel Siegel, pengalaman masa kecil yang tidak disadari akan terus memengaruhi cara seseorang mengasuh anaknya hingga pengalaman itu dipahami dan disembuhkan. Dengan kata lain, orang tua yang tidak pernah berdamai dengan masa lalunya berisiko mengulang pola yang sama kepada anak-anaknya.

 

Yang menarik, Aku Sebelum Aku tidak menempatkan ayah sebagai antagonis. Film ini justru mengajak penonton memahami bahwa setiap perilaku memiliki akar psikologis. Perspektif seperti ini penting karena sering kali masyarakat hanya melihat hasil akhir berupa sikap keras atau dingin, tanpa mencoba memahami sejarah emosional di baliknya. Namun, memahami bukan berarti membenarkan. Trauma dapat menjelaskan perilaku seseorang, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk terus melukai orang lain. Di sinilah film ini memiliki kekuatan moralnya: penyembuhan adalah tanggung jawab setiap generasi agar luka tidak diwariskan menjadi nasib.

 

Dari sudut pandang Jati, keberanian terbesar bukanlah melawan ayahnya, melainkan mempertahankan kasih sayang kepada seseorang yang sulit mengekspresikan cinta. Banyak adegan memperlihatkan bahwa yang sebenarnya dibutuhkan Jati bukanlah hadiah, nasihat panjang, atau tuntutan untuk menjadi laki-laki yang kuat. Ia hanya membutuhkan satu hal yang paling sederhana sekaligus paling sulit diberikan: komunikasi yang jujur. Psikologi komunikasi keluarga menjelaskan bahwa kualitas relasi tidak ditentukan oleh seberapa sering anggota keluarga berbicara, tetapi oleh kemampuan mereka menyampaikan emosi secara terbuka, mendengarkan tanpa menghakimi, dan menciptakan rasa aman dalam percakapan. Keheningan yang berkepanjangan justru sering kali lebih menyakitkan daripada pertengkaran.

 

Dalam konteks yang lebih luas, film ini menyentuh isu ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga bukan sekadar kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi atau mempertahankan keutuhan rumah tangga. Ketahanan keluarga adalah kemampuan seluruh anggota keluarga menghadapi tekanan hidup melalui hubungan yang hangat, komunikasi yang sehat, empati, kepercayaan, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Keluarga yang tangguh bukan keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menjadikan masalah sebagai ruang bertumbuh bersama. Film ini menunjukkan bahwa fondasi ketahanan keluarga sesungguhnya dibangun dari percakapan-percakapan sederhana yang selama ini sering ditunda: meminta maaf, mengakui kesalahan, mengungkapkan rasa takut, dan mengatakan "aku mencintaimu" sebelum semuanya terlambat.

 

Jati pada akhirnya menjadi representasi jutaan anak laki-laki yang tumbuh dalam budaya yang sering menganggap laki-laki tidak perlu menangis, tidak perlu bercerita, dan tidak perlu menunjukkan kelemahan. Padahal, penelitian psikologi menunjukkan bahwa kemampuan mengenali dan mengekspresikan emosi merupakan bagian penting dari kesehatan mental. Ketika anak laki-laki terus diajarkan memendam perasaan, mereka berisiko tumbuh menjadi ayah yang mengulang pola komunikasi yang sama kepada generasi berikutnya. Siklus inilah yang coba dipatahkan oleh film Aku Sebelum Aku.

 

Film ini meninggalkan satu pertanyaan yang terus bergema setelah layar menjadi gelap: berapa banyak anak yang sebenarnya tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi hanya membutuhkan orang tua yang bersedia mendengar? Di situlah Aku Sebelum Aku menemukan relevansinya. Ia bukan sekadar drama keluarga, melainkan cermin sosial tentang pentingnya keberanian menyembuhkan luka sebelum luka itu berubah menjadi warisan. Sebab, seorang ayah yang berhasil berdamai dengan masa lalunya sedang memberikan hadiah terbesar kepada anaknya: kebebasan untuk tumbuh tanpa harus memikul beban yang bukan miliknya.

Uli

Asisten AI siap membantu Anda

Halo! Saya Uli 👋 Asisten cerdas Ditpenduk.

Saya siap membantu pertanyaan seputar SSK, PTPK, Pramuka PK, ASN PK, Mass PK, dan layanan lainnya. Silakan pilih topik atau ketik langsung!

Ditpenduk — BKKBN Kemendukbangga